by

Studi: Kuala Lumpur Kota Tertinggi Penjualan Rokok Ilegal

-Headline, News-17 views

Kuala Lumpur – Konfederasi Produsen Tembakau dan JTI Malaysia melakukan studi baru tentang rokok ilegal yang mengungkapkan bahwa Kuala Lumpur melakukan penjualan rokok ilegal tertinggi tahun ini.

Dari Maret hingga Mei, penjualan rokok ilegal mencapai 56,6%. Ini meningkat menjadi 66% dari Juni hingga Agustus.

Studi ini dilakukan melalui pengumpulan 51.000 bungkus rokok bekas yang dianalisis untuk fitur penghindaran pajak.

Direktur Pelaksana JTI Malaysia, Cormac O’Rourke, mengatakan rokok ilegal menyumbang 65% dari total rokok yang dikonsumsi tahun ini.

“Sekitar 12 miliar batang dengan perkiraan kerugian RM5 miliar,” katanya ditulis Selasa (5/11).

Dia mengatakan komentar Menteri Keuangan Lim Guan Eng tentang kenaikan pajak yang memungkinkan penjualan rokok ilegal adalah langkah positif.

Namun, ia mengatakan kementerian kesehatan tampaknya menyarankan kenaikan harga rokok minimum dari RM10 menjadi RM15.

“Ini tidak masuk akal. Ini adalah serangan terhadap pengecer dan konsumen yang sah dan tidak melayani agenda kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Dia merekomendasikan beberapa langkah termasuk moratorium bea cukai untuk produk tembakau dan pembentukan badan independen untuk memimpin gugus tugas khusus untuk mengatasi masalah tersebut.

Dia juga menyerukan larangan pengiriman produk tembakau ke seluruh negeri.

Menurut penelitian, 10% perokok di negara ini menggunakan produk vape. Menurut undang-undang saat ini, semua produk vape yang mengandung nikotin adalah ilegal.

Penjualan produk nikotin diatur oleh Undang-Undang Racun 1952. O’Rourke mengatakan JTI tidak berhasil mendapatkan lisensi untuk produk vape.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed